Optimalisasi Pengelolaan Sampah Melalui Program GENDENTAL Jumat Gelatik dengan Pembayaran Digital
Denpasar – Pemerintah Kota Denpasar melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Denpasar menghadirkan inovasi bertajuk GENDENTAL Jumat Gelatik sebagai upaya optimalisasi pengelolaan sampah berbasis edukasi dan digitalisasi. Program ini merupakan kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bersama para mitra untuk mewujudkan Denpasar yang bersih, cerdas, dan digital.
Program GENDENTAL Jumat Gelatik mengintegrasikan pendidikan karakter lingkungan, kegiatan pemilahan sampah plastik di sekolah, serta penerapan transaksi non-tunai dalam pengelolaan hasil penjualan sampah. Melalui sinergi antara Bapenda Kota Denpasar, Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga, Bank Sampah, serta Bank BPD Bali, program ini diharapkan mampu membangun kesadaran lingkungan sekaligus meningkatkan literasi keuangan digital bagi generasi muda.
Sebagai koordinator inovasi, Bapenda Kota Denpasar berperan dalam memberikan edukasi mengenai literasi keuangan dan transaksi digital, memfasilitasi penggunaan QRIS dan rekening sekolah, serta mengelola sistem monitoring dan pelaporan terintegrasi. Sementara itu, sekolah-sekolah tingkat SMP di Kota Denpasar melaksanakan sosialisasi dan pembinaan kepada para siswa melalui kegiatan Jumat Gelatik yang terintegrasi dengan pendidikan karakter dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
Pelaksanaan program diawali dengan edukasi kepada siswa mengenai pentingnya pengelolaan sampah dan literasi digital. Setiap hari Jumat, para siswa mengumpulkan dan memilah sampah plastik yang kemudian ditimbang dan dibeli oleh Bank Sampah. Hasil penjualan sampah tersebut dibayarkan secara non-tunai melalui transfer langsung ke rekening sekolah atau kelas yang difasilitasi oleh Bank BPD Bali. Dana yang terkumpul selanjutnya dimanfaatkan secara transparan untuk mendukung berbagai kegiatan sekolah, seperti kegiatan sosial, lingkungan, maupun tabungan siswa.
Program ini memberikan berbagai manfaat, mulai dari aspek lingkungan melalui pengurangan sampah plastik, peningkatan pendidikan karakter dan gotong royong, hingga penguatan ekosistem digital melalui penggunaan transaksi non-tunai berbasis QRIS. Selain itu, kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu menciptakan Denpasar yang sehat, cerdas, dan berkelanjutan.
Melalui GENDENTAL Jumat Gelatik, Pemerintah Kota Denpasar menegaskan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab bersama, tetapi juga dapat menjadi sarana edukasi dan investasi bagi masa depan generasi muda. Sejalan dengan semangat program, “Dari Sampah Menjadi Manfaat, Dari Edukasi Menjadi Aksi, Dari Aksi Menjadi Perubahan.”
25 November 2025
09 Juni 2026